Hujan bulan Desember
dikota perantauanku masih enggan untuk berhenti. Sepertinya rintik begitu rindu
dengan bau-bau gersang yang sepekan lalu lupa diguyurnya. Hujan ini tengah
membasuh rumput dan debu pada dedaunan. Ilalang bergoyang bersenandung riang
menari melupakan gerahnya mentari yang penuh peluh dan gelisah. Hujan dengan derasnya mengalir dipelataran kota
kenangan. Menggigil aku nan kian kuyup akan derasnya. Hembusan angin yang bergulung-gulung menambah
udara semakin gigil dari detik ke detik______________Hidup itu pilihan! Terus mencoba berdiri atau tetap merangkak yang kian hari kian terinjak?! pantaskan dirimu -
Selasa, 11 Oktober 2016
#Part1
Hujan bulan Desember
dikota perantauanku masih enggan untuk berhenti. Sepertinya rintik begitu rindu
dengan bau-bau gersang yang sepekan lalu lupa diguyurnya. Hujan ini tengah
membasuh rumput dan debu pada dedaunan. Ilalang bergoyang bersenandung riang
menari melupakan gerahnya mentari yang penuh peluh dan gelisah. Hujan dengan derasnya mengalir dipelataran kota
kenangan. Menggigil aku nan kian kuyup akan derasnya. Hembusan angin yang bergulung-gulung menambah
udara semakin gigil dari detik ke detik______________
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar